Rabu, 02 November 2016

Prolog?

Hey…

Apa kau percaya ‘Takdir’?

Ada banyak orang diluar sana yang tak mempercayainya dan sebagian orang yang mempercayainya tampak sedikit bodoh dihadan mereka

.‘Bagaimana bisa sebuah kebetulan dikatakan sebagi takdir?

Tapi aku percaya, lupakan soal logika. Sekenario ‘Kebetulan’ ini terlalu bagus, terlalu rapi untuk diabaikan. Ada banyak sekali kebetulan dalam hubungan kami dan akhirnya kami memutuskan dari pertemuan pertama (mungkin lebih lama dari itu), hingga sampai kami bersama semua itu adalah sekenario yang Tuhan atur. Tidak, aku bukan orang alim tapi setidaknya aku mempercayai Tuhan beserta kebesaran-Nya.